Minggu, 08 November 2009

sebaiknya tinggalkan merokok

SEBAIKNYA TINGGALKAN MEROKOK

Menurut kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS. Poerwadarminta,rokok didefinisikan sebagai gulungan tembakau yang bersalut daun nipah,kertas dan sebagainya; merokok; mengisap rokok; perokok; orang yang mengisap rokok. Benda bernama rokok terlijat akrab dengan manusia. Dimana-mana ada rokok. Di rumah, di sekolah, di kantor, di perjalanan, di tempat-tempat umum, dan tempat-tempat lain. Lihat saja orang-orang dengan asyiknya merokok seolah-olah tiada hari tanpa merokok tanpa menyadari bahaya yan ditimbulkannya baik bagi dirinya maupun orang lain di sekitarnya.
Sekarang ini banyak slogan-slogan yang mengingatkan seseorang akan bahaya merokok mulai dari tulisan “Dilarang Merokok”, “Kawasan Bebas Rokok”, anjuran pemerintah pada setiap bungkus rokok yang berbunyi “Merokok Dapat Merugikan Kesehatan”, sampai peringatan di TV dan kampanye-kampanye anti rokok, bahkan tahun-tahun belakangan ini ada hari “ Sehari Untuk Tidak Merokok”. Semuanya itu menyadarkan kita akan bahaya rokok. Tapi slogan tinggal slogan, para perokok tetap banyak, bukti keberhasilan promosi perusahaan rokok. Ironisnya suatu kegiatan olehraga pun yang mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sering disponsori perusahaan rokok.
Melihat kenyataan ini, timbul pertanyaan: Mengapa mereka merokok? Pada awalnya setiap orang tidaklah merokok. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi perokok, antara lain sebagai berikut:
1. Adanya anggapan kurang jantan apabila lelaki tidak merokok. Hal ini banyak dipengaruhi oleh pergaulan yang negatif diantara teman sebaya terutama sesame remaja. Merokok menjadi simbol kedewasaan. Mereka yang tidak merokok dikaitkan kurang jantan, bencong, tidak dewasa bahkan tak jarang sampai dijauhi dari pergaulan. Pendapat atau anggapan tadi jelas salah dan tidak dapat dibenarkan dalam arti seluas-luasnya. Banyak cara positif untuk menunjukkan ke Jantanan dan kedewasaan, misalnya berprestasi dalam olahraga, berprestasi dalam belajar, berprestasi dalam bekerja atau karir, bela diri dsb.
2. Sebagai kompensasi atau peralihan perhatian. Seseorang menjadi perokok karena mengalihkan perhatian dari permasalahan yang dihadapi yang biasanya mencemaskan atau menegangkan misalnya permasalahan dalam keluarga atau rumah tangga, hubungan kasih sayang antara lain jenis dsb. Seorang anak yang ada dilingkungan keluarga disharmonis.
3. Coba-coba. Seseorang menjadi perokok karena mencoba-coba. Mulanya hanya sedikit atau dikasih teman, lama-kelamaan merasakan adanya ketergantungan atau ketagihan akan rokok.
4. Faktor-faktor lain. Selain 3 faktor diatas adapula orang yang merokok karena hal-hal yang bersifat pribadi, misalnya karena kesenangan seseorang terhadap aroma rokok, karena gengsi seseorang dank arena lingkungan. Baik lingkungan keluarga, lingkungan bergaul atau teman-teman dan lingkungan kerja.

Bahaya Rokok Terhadap Kesehatan Pribadi
Banyak hal negatif yang ditimbulkan rokok pada manusia, baik terhadap perokok itu sendiri maupun orang lain disekitarnya. Menurut dr. Sadoso Sumosarjono (Sport Medicine/dokter spesialis olahraga), pada asap tembakau bahan dasar rokok terdapat 4% karbon monoksida (CO). Afinitas atau daya tarik menarik karbon monoksida pada hemoglobin adalah 200-300 kali lebih kuat daripada oksigen (O2). Berarti karbon monoksida jauh lebih cepat mengikat hemoglobin daripada oksigen. Padahal hemoglobin adalah alat pengangkut O2 ke seluruh tubuh, sehingga dengan adanya ikatan karbon monoksida dengan hemoglobin berarti terjadi hambatan pengangkutan O2 ke jarinan-jaringan tubuh yang membutuhkannya, sedangkan jaringan tubuh membutuhkan O2 terus-menerus.
Dampak negatif yang ditimbulkan rokok pada jantung menghalangi suplai O2 karena adanya karbon monoksida tadi, akibatnya jantung bekerja lebih keras menambah denyutnya agar suplai O2 ke tubuh normal. Begitupun terjadinya serangan jantung banyak diakibatkan dari merokok.
Bagi anda yang gemar belorahraga atau seorang atlet, merokok adalah sangat merugikan. Dengan latihan yang teratur, kemampuan paru-paru untuk mengambil O2 dapat naik antara 10-12%. Terapi jika merokok satu bungkus sehari kemampuannya dapat menurun antara 7-10%, jadi kalaupun dilatih terus kemampuan untuk mengambil O2 secara maksimal praktis tidak akan naik dan daya tahan olahragawan tersebut tidak bertambah baik.
Pada para perokok akan terjadi endapan terdalam paru-parunya, sehingga menyebabkan hambatan-hambatan pada jalan pernapasan. Akan terjadi sedikit pembengkakan pada selaput lender jalan pernapasan, trakea (batang tenggorok) dan bronki (cabang tenggorok) sehingga mempersulit pernapasan. Pada waktu istirahat gangguan itu tidak begitu mencolok, tetapi pada saat latihan atau beraktifitas kerja akan terasa dengan jelas pengaruhnya. Kapasitas vital paru-paru para perokok biasanya memang sangat menurun.
Nikotin adalah racun bagi tubuh kita. Jika merokok satu bungkus sehari, maka dalam satu minggu akan terisap nikotin sebanyak kirang lebih 400 mg. Gambaran bahaya nikotin, jika 400 mg nikotin tersebut berupa obat suntik dan disuntikkan kepada seseorang sekaligus maka akan berakibat kematian.
Bersambung…

Emphysema adalah penyakit yang melumpuhkan dan mematikan serta menyebabkan paru-paru kehilangan elastisitasnya,dan bernafas menjadi suatu penderitaan.Penyebab utama penyakit ini adalah merokok.
Banyak merokok berarti mendekati kanker paru-paru.Asap rokok yang mengandung 4% karbonmonoksida dapat merusak cilia,yaitu serabut-serabut di saluran bronki yang berfungsi melindungi melindungi paru-paru dari berbagai paartikel asing yang masuk bersama udara.Tanpa alat ini paru-paru akan mudah tercemar oleh partikel berbahaya.
Dr. Sheila K. West, ahli mata dari Universitas John Hopkins, Baltimore, Amerika Serikat, menemukan bukti baru dari hasil penelitiannya bahwa rokok dapat mengaburkan mata dan menyebabkan katarak. Penelitian tadi bahkan menemukan tingkat kekaburan mata pada mereka yang setiap hari merokok,semakin banyak rokok yang dihisap resiko kebutaan mata semakin tinggi.Sebaliknya bila mereka berhenti merokok maka resiko itu turub drastis.

Bahaya Merokok Bagi Orang Lain
Orang yanbg merokok disebut perokok aktif,sedangkan orang lain yang tidak merokok tetapi menghisap asap rokok dari orang lain disebut perokok pasif. Merokok tidak saja membahayakan diri sendiri tetapi juga membahayakan orang lain, karena asap rokok mengandung 4% CO tadi mencemari udara sekitarnya dan terhisap orang lain yang bukan perokok maka jadilah orang lain tadi perokok pasif. Hal ini berbahaya karena perokok pasif akan mendapat penderitaan yang lebih besar dibandingkan perokok aktif itu sendiri bahkan kecenderungan terkena kanker pun lebih besar.
Sering kita melihat di bus kota atau kereta api seorang ibu atau bapak-bapak terbatuk-batuk ketika pemuda disebelahnya dengan asyik merokok. Dalam kasus seperti ini alangkah egoisnya seorang perokok, udara dalam bus yang sudah pengap ditambah oleh polutan yang berasal dari asap rokok. Orang lain tidak dihiraukannya padalah dalam kendaraan itu banyak orang yang tidak terbiasa dengan merokok. Alangkah baiknya apabila semua orang sadar dan mematuhi slogan di dalam bus yang berbunyi: “Terima Kasih Untuk Tidak Merokok”. Ironisnya supir bus sendiri sering merokok sewaktu bertugas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar